Hati yang Lain : saat kita merasakan perasaan yang tak mungkin kita hindari, saat kita bertemu dengan seseorang yang pernah dihati kita dulu, tiba-tiba dia datang membawa sejuta senyuman manis, saat kita butuh kan ketenangan , kesyahduan hidupsalah rasanya jika aku berpikir tentang komitmen yang telah kugenggam , tapi aku tak kuasa menahan peri kecil yang datang kembali dalam kehidupanku, dia tersenyum, dia tertawa disampingku , merusak semua pola pikirku akan indahnya satu.
suatu ketika jiwaku memberontak dan bertanya "Kenapa aku berbuat seperti ini??" dan "kenapa semua ini harus terjadi??? bukankah ini ujian untuk ku, yang sedang menjalani komitmen???"
semakin lama pertanyaan itu semakin sering hadir sibenakku, berputar pada poros jiwaku, mendesing seperti peluru menembus otak bawah sadarku....
saat dia disampingku tak dapat ku pungkiri hilang akal sehatku, hilang semua ragu dihatiku, ingin rasanya selalu bersamanya tapi....
semua terjadi begitu cepat, layaknya sang api yang menyambar dedaunan yang kering, kering oleh teriknya mentari dan hangusnya sang waktu...
takbisa ku melepasnya, saat dia tersenyum kecil diantara pipi merahnya, diantara rayu manjanya....Tuhan tolong lah aku
aku harus bisa dan aku harus tau siapa belahan jiwaku, tak mungkin ku selalu menduakan hati yang terus menghantuiku....
Komentar
Posting Komentar