Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Luluh

hamparan pantai hijau saksikan kicauannya saat tarian tawanya menghanyut deras layaknya kali tanpa penghalang tak ada yang bisa hentikan langkahnya perasaanpun tak ada padanya,  dia berbisik padaku "cinta dan sayang hanya ungkapan bualan kebisuan tanpa makna " lincah geraknya laksana awan yang tertiup angin semilir bagai pelukan sang mentari pagi yang lahirkan embun pada daun-daun yang memberikan kesejukan pada hatiku ku tau pada matanya tersimpan sejuta dusta aku tau dalam mulutnya tersimpan bisa yang mematikan saraf sadarku akan iblizku terhentak jiwaku saat ku terima pelukan dari bibirnya masih ku dengar jelas degup jantungnya  saat tubuh ini lunglai dalam pelukan hangat dustanya tak kuasa jiwaku terima hantaman perasaan  saat dia katakan "aku mencintaimu" ku hanya terdiam otakku seakan mati tuk berfikir dan saat tanganya mulai melingkar pada matiku ..................................................... kembali ku te...

"Dia" = Dia

Kembali hati ini tersayat bukan karena sakit hati ataupun patah hati sayatanya lebih dalam dari sekedar luka hati kembali ku tergoda pada sosoknya sosok yang pernah ku miliki, ku sayang memang bukan "dia" tapi dia gelak tawa, pandangan dan semua tentang "dia" ada padanya akankah ku tergoda kembali akankah ku jatuh dalam lubang dalam itu untuk kedua kalinya? gelak tanwanya bagai burung merpati yang terbang kesana-kemari menggangu warasnya otakku pandangan laksana darah yang mengalir deras menghujam jatung hatiku biru itu impianku apakah mungkin? tak ingin ku ulangi kesalahan yang sama kesalahan yang membuangku dalam jurang penyesalan