Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Waktu dan Semua

Saat menanti dan terus menanti Ku nikmati setiap detik penantian ini Penantian akan hadirnya dirimu Penantian akan hadirnya senyum indahmu Kan ku lewati kilatnya sang waktu Ku kan hentikan semua detik, semua detak tuk bersamamu Kan ku kejar semua waktuku saat tak bersamamu Kan ku putar kembali waktu ku saat tanpa dirimu, dan kan ku jadikan dirimu waktu di hidupku Tapi Entah mengapa ku tak bisa hentikan sang waktu yang terus pisahkanku dengan dirimu Masih ku berpikir mengapa sang bintang menunggu setia kedatangan sang bulan Mengapa sang awan tetap menatikan sang angin Mengapa sang kayu menunggu sang api walau akhirnya sang kayu hilang hangus terbakar.... Akhirnya ku tau semua itu indah saat bersamanya -> Karna sang bintang selalu merindu senyuman sang bulan yang selalu hangatkan malam -> Karna sang awan ingin selalu berjalan bersama sang angin untuk bagikan rasa sejuk tulusnya -> Karna sang kayu yakin walau dirinya menghilang hias sisa cintanya terus ada didalam api membekas ta...

^.^

Aku coba tuk bisa mengartikan perasaan hatiku Sungguh memang begitu terasa saat batinku mengucap namamu Kamu memang benar cintamu mengantikan mentari pagiku Kamu memang benar bahagiaku tak akan ada tanpa sentuhanmu Sampai saat ini rasa ku bertahan disini, rasa yang tak akan hilang oleh waktu Ribuan bungapun takan dapat Melukiskan segenap keindahan dirimu Cerita cinta yang telah ku rindukan kini menjadi nyata sepertii terbitnya pagi yang hilangkan rintihan sang malam Sejujurnya diriku merasa sempurna dengan dirimu Aku manusia biasa yang rindu akan rasa ...

Aku

pagi ku rasa hampa hari ini tanpamu....tanpamu....tanpamu ada di sisiku, disampingku seraut senyum matahari tanpa makna hadir disetiap hariku saat ku mulai menikmati udara tanpa dirimu sang waktupun terus berlari mengejar keberadaan angka yang terus terulang disini ku hanya terdiam menatap awan yang ber'arak mesra dengan sang angin lunglai tubuh ini serasa tak berjiwa, saat ku ingat kecupan darimu yang slalu iringi hariku, iringi saat aku berlari mengejar ombak kepastian, berlari saat ku mengawali ribuan tusukan pedang kebisuan dunia, dan saat ku mencoba terus tegak dihadapanmu bantu aku, bantu aku tuk kuat menahan badai, bantu aku tuk tangkis ribuan pedang itu tolong pegang pundaku, pegang tanganku saat ku mulai kehilangan arah tolong tampar aku, saat aku tak berani hadapi congkaknya dunia tolong aku sayang.....

Hampa

Terpejamnya mata bukan tak melihat tertutupnya mulut bukan tak bicara hati yang terluka pun kan kembali pulih hilang indah angin malam musim febuari pembawa sejuk lirih lautan hati dikala terpesona oleh mimpi aku hanya sang penunggang kuda fana yang tak tau arah dan tujuan genggamlah tangan ku dekatkan pada nyawamu sekap aku dengan jiwamu dan bunuhlah aku dengan kasih sayangmu maka peraduan terindahpun menantiku tuk selalu tidur dipelukan jiwamu

Ibliz Cantiku

lirih resah mengadu pada malah, hanya bayangmu yang temani anganku secarik dosa semerah darah tlah ku berikan maaf hanya kata itu yang dapat ku ucap dikala rasa bersalah yang melanda kau ukir berjuta rasa didada tak akan ku tinggalkan dirimu taakan ku sakiti dirimu kertas putih bernoda hitam, tinta indah yang tampak dalam lautan suci kau dan aku kini seperti sehalai nyawa yang menipis termakan waktu janjiku untukmu ku ingin slalu setia denganmu jauhkan aku dari goda malaikat pembawa sakit jauhkan aku dari malaikat pembawa cinta karna ku bertekuk lutut padamu ibliz cantiku

Dewi Kelopak Merah n' Dewi Kelopak Putih

Mungkin tak dapat dipercaya dua kepribadian yang berbeda dapat melebur menjadi satu, saat dua orang wanita yang berbeda kepribadian, saat keduanya bertemu dunia serasa lengkap dengan hanya menyaksikan keduanya berceloteh dan bertualang, logika bertemu dengan perasaan itulah kata yang tepat aku gambarkan dalam tulisanku kali ini, sang logika yang begitu mengandalkan pikirannya dan sang perasa yang selalu mengandalkan perasaanya hingga setiap saat slalu saja dia meneteskan air mata saat hatinya terganggu berbeda dengan si logika dia begitu take easy dengan kehidupan sekitar, berlari kesana kemari tanpa memperhatikan pandangan dari orang lain "ini sih hidupku jadi biarlah aku menikmatinya" itulah kata mereka berdua, kata yang aku rangkai sendiri saat melihat keduanya tersenyam inikah surga dunia saat kita melihat orang yang kita sayangi tersenyum?? inikah salju yang turun saat panas terik hadir menerpa kulit hitam ini begitu membuat hati tentram dan damai(lebaaaayyy)hahahhaha du...