Terpejamnya mata bukan tak melihat
tertutupnya mulut bukan tak bicara
hati yang terluka pun kan kembali pulih
hilang indah angin malam
musim febuari pembawa sejuk
lirih lautan hati dikala terpesona oleh mimpi
aku hanya sang penunggang kuda fana
yang tak tau arah dan tujuan
genggamlah tangan ku dekatkan pada nyawamu
sekap aku dengan jiwamu
dan bunuhlah aku dengan kasih sayangmu
maka peraduan terindahpun menantiku tuk selalu tidur dipelukan jiwamu
tertutupnya mulut bukan tak bicara
hati yang terluka pun kan kembali pulih
hilang indah angin malam
musim febuari pembawa sejuk
lirih lautan hati dikala terpesona oleh mimpi
aku hanya sang penunggang kuda fana
yang tak tau arah dan tujuan
genggamlah tangan ku dekatkan pada nyawamu
sekap aku dengan jiwamu
dan bunuhlah aku dengan kasih sayangmu
maka peraduan terindahpun menantiku tuk selalu tidur dipelukan jiwamu
Komentar
Posting Komentar