Saat menanti dan terus menanti
Ku nikmati setiap detik penantian ini
Penantian akan hadirnya dirimu
Penantian akan hadirnya senyum indahmu
Kan ku lewati kilatnya sang waktu
Ku kan hentikan semua detik, semua detak tuk bersamamu
Kan ku kejar semua waktuku saat tak bersamamu
Kan ku putar kembali waktu ku saat tanpa dirimu, dan kan ku jadikan dirimu waktu di hidupku
Masih ku berpikir mengapa sang bintang menunggu setia kedatangan sang bulan
Mengapa sang awan tetap menatikan sang angin
Mengapa sang kayu menunggu sang api walau akhirnya sang kayu hilang hangus terbakar....
-> Karna sang bintang selalu merindu senyuman sang bulan yang selalu hangatkan malam
-> Karna sang awan ingin selalu berjalan bersama sang angin untuk bagikan rasa sejuk tulusnya
-> Karna sang kayu yakin walau dirinya menghilang hias sisa cintanya terus ada didalam api membekas tak dapat hilang dan terus hidup dalam ke"satuan"hati sang api
Ku nikmati setiap detik penantian ini
Penantian akan hadirnya dirimu
Penantian akan hadirnya senyum indahmu
Kan ku lewati kilatnya sang waktu
Ku kan hentikan semua detik, semua detak tuk bersamamu
Kan ku kejar semua waktuku saat tak bersamamu
Kan ku putar kembali waktu ku saat tanpa dirimu, dan kan ku jadikan dirimu waktu di hidupku
Tapi
Entah mengapa ku tak bisa hentikan sang waktu yang terus pisahkanku dengan dirimuMasih ku berpikir mengapa sang bintang menunggu setia kedatangan sang bulan
Mengapa sang awan tetap menatikan sang angin
Mengapa sang kayu menunggu sang api walau akhirnya sang kayu hilang hangus terbakar....
Akhirnya ku tau semua itu indah saat bersamanya
-> Karna sang bintang selalu merindu senyuman sang bulan yang selalu hangatkan malam
-> Karna sang awan ingin selalu berjalan bersama sang angin untuk bagikan rasa sejuk tulusnya
-> Karna sang kayu yakin walau dirinya menghilang hias sisa cintanya terus ada didalam api membekas tak dapat hilang dan terus hidup dalam ke"satuan"hati sang api
Komentar
Posting Komentar