hamparan pantai hijau saksikan kicauannya
saat tarian tawanya menghanyut deras layaknya kali tanpa penghalang
tak ada yang bisa hentikan langkahnya
perasaanpun tak ada padanya,
dia berbisik padaku "cinta dan sayang hanya ungkapan bualan kebisuan tanpa makna "
lincah geraknya laksana awan yang tertiup angin
semilir bagai pelukan sang mentari pagi yang lahirkan embun
pada daun-daun yang memberikan kesejukan pada hatiku
ku tau pada matanya tersimpan sejuta dusta
aku tau dalam mulutnya tersimpan bisa yang mematikan saraf sadarku akan iblizku
terhentak jiwaku saat ku terima pelukan dari bibirnya
masih ku dengar jelas degup jantungnya
saat tubuh ini lunglai dalam pelukan hangat dustanya
tak kuasa jiwaku terima hantaman perasaan
saat dia katakan "aku mencintaimu"
ku hanya terdiam
otakku seakan mati tuk berfikir dan saat tanganya mulai melingkar pada matiku
.....................................................
kembali ku terdiam
kembali ku membisu
terus ku pandangi matanya tuk hentikan sejenak waktu
tuk bisa artikan itu.
hanya lulunya jiwaku yang menyerah pada setiap desah nafasnya
Komentar
Posting Komentar