ber-awal dari sebuah penantian panjang yang telah menuntunku untuk menemukanya dibait pertamaku sebagi tujuan hidupku....
berawal dari saapaan yang akhirnya menjadi kenyamanan yang selalu membiusku, mengajakku untuk menikmati setiap penantian.
mencintai tanpa bertemu
tak pernah terbayang olehku untuk mencintai seseorang tanpa pernah bertemu sekalipun, mengucapkan rindu tapi tak tau apa yang harus nya dirindukan atau mengucapkan sayang tanpa pernah menyentuh "sayang" itu sendiri....
tapi itu terjadi padaku.....
30 hari kita mencoba bertahan dari rasa itu, rasa yang tumbuh perlahan, rasa yang terhanyut oleh perihnya kehilangan, aku tak tau apakah dia berharap padaku saat itu, namun jika dia tanyakan padaku aku akan menjawab "IYA" aku berharap padamu....
I. Bertemu dalam kata
aku bertemu denganya di komunitas sosial tak sengaja kulihat setiap huruf yang ditulisnya mengundang rasa penasaranku akan dirinya dari mulai sapaan kecil hingga terlibat perbincangan serius tentang perasaaanya.
canda tawa menghiasai beberapa hari bersamanya walau hanya dalam koneksi kata yang tak tentu ujungnya perbincangan ringan yang membuatku tertawa dan merasa bahwa aku harus mengenalnya walau harus dengan berbagai cara
II.Caraku
ku lihat dalam profil account nya dia mempunyai kegemaran untuk membuat boneka kesil yang disebut"kokoru" semacam boneka replika yag terbuat dari bahan busa, lem dan kawan kawanya
itu menjadi ide-ku untuk mengenalnya lebih lanjut dalam bahasa sekarang disebut modus....hahahaha
aku sampai tersenyum bila mengingatnya,
aku PM dia aku coba tanya apakah dia bisa membuat boneka keinginanku saat itu ku pesan boneka spongebob, bukanya tanpa alasan kenapa aku memilih karakter itu, alasanku yang pertama karna sulit, detail yang diperlukan dan aksesoris yang diperlukan memang sulit, karna sulit itulah waktunya akan lama terselesaikan itu menjadi kunci agar aku intens dekat dengannya walau pembahasan boneka namun aku senang ....
karna kedekatanku karna "boneka"itu dia makin terbukan denganku dia mulai bercerita tentang kehidupan pribadinya hingga malam itu pun datang
III. Malam Pertama
malam itu menjadi kali pertama aku mendengar suaranya, suara yang begitu ceria begitu bersemangat tak sempat ku berpikir bahwa dibalik itu menyimpan duka yang mendalam padanya
dia mulai bercerita tentang keadaanya dan memintaku untuk memberikan solusi akan masalahnya, awalnya semua berjalan biasa saja namun setelah beberapa hari berbagi kata dengannya perasaan itu mulai ada, aku yang sudah terlalu lama membuang perasaan kepada wanita lain mulai tergoyahkan, entah itu hanya kebetulan ataukah memang takdir yang membawaku padanya, setelah ku putuskan untuk meng-akhiri penantianku akan orang yang dulu pernah sangat ku cinta, merelakanya bahagia. dan melanjutkan hidupku kembali, dia seperti anugrah datang padaku semua pengorbananku dan penantianku seakan-akan tertebus lunas saat aku bertemu dengannya. namun ada suatu masalah sayapnya sedang terluka oleh cinta, terluka oleh perasaan yang dia berikan kepada orang yang berarti untuknya.
IV.Rasa Ini
entah apa yang harus ku katakan saat dia mencoba bercerita tentang kehidupanya dengan kekasihnya, permasalahan yang dia hadapi, memaksa otak kananku bekerja , memunculkan saran yang paling tidak bisa menguatkannya saat berdiri membuatnya tertawa kembali, namun ini terlalu berat untukku
aku akui akulah yang pertama menginginkanmu ada disampingku, akulah yang pertama ingin kau mengisi hidupku, namun aku tak bisa untuk serta merta menyampaikan perasaanku padamu semua harus dengan cara yang lembut....
aku ajarkan kau apa artinya sayang , aku ajarkan bagai mana berdiri diantara air mata sesuai dengan pengalaman hidupku dan aku berharap kau tak merasakan apa yang pernah aku rasakan dulu.
entah caraku untuk melindungimu dari perasaan sakit itu yang perasaanku padamu.
haipun berlalu kita masih berkutat dengan kata kata. jujur aku sangat mengharapkan sapamu disetiap pagiku, aneh mungkin tapi seperti memberikanku tenaga untuk melawan hari hariku.
oh Tuhan ....aku bahagia walau hanya dengan katanya
Tuhan aku menginginkanya....
V. Akhir yang menjadi Awal
malam dia bercerita bahwa dia sudah memutuskan ikatan dengan kekasihnya, entah aku mulai bingung denganperasaanku , apakah aku harus senang ataukah sebaliknya namun satu yang paling ku ingat saat itu hatiku berkata pada diriku "AKU HARUS MENDAPATKANYA" .......
bersambung....
bersambung....
Komentar
Posting Komentar